Pengobatan Terhadap Gangguan Sihir Dan Kesurupan Jin

Pengobatan Terhadap Gangguan Sihir Dan Kesurupan Jin

Pengobatan terhadap orang yang kesurupan jin mempunyai dua bagian:

a) Pencegahan kesurupan

Di antara upaya pencegahan adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan.

b) Pengobatan kesurupan

Yaitu dengan cara seorang Muslim -yang hatinya sejalan dengan lisan dan ruqyahnya- membacakan bacaan bagi orang yang kesurupan. Dan pengobatan dengan ruqyah yang paling ampuh adalah dengan surat Al Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, Qul Huwallahu Ahad (surat Al Ikhlash), Qul A’udzubirabbil Falaq (surat Al Falaq), dan Qul A’udzubirabbin Naas (surat An Naas), dengan memberikan tiupan pada orang yang kesurupan dan mengulangi bacaan tersebut sebanyak tiga kali atau lebih, dan ayat-ayat Al Qur’an lainnya. Sebab seluruh isi Al Qur’an adalah penyembuh bagi apa saja yang ada di dalam hati, penyembuh, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Serta doa-doa ruqyah seperti yang dijelaskan pada cara kedua dari pengobatan sihir (simak di artikel bagian 1 dan bagian 2).

BACA JUGA

Dalam pengobatan ini diperlukan adanya dua hal, yaitu:

  1. Dari pihak orang yang kesurupan jin, yakni berkaitan dengan kekuatan dirinya, kejujuran tawajjuh-nya (menghadap) kepada Allah, ta’awudz yang benar yang sejalan antara hati dan lisannya.
  2. Dari sisi orang yang berupaya mengobati, dimana dia pun harus demikian, karena senjata yang dipergunakan itu minimal harus seimbang dengan senjata lawan.

Cara Mengobati Gangguan Jin Dan Sihir Pada Manusia (2)

2. Dengan tiupan dan sentuhan

Membaca surat Al Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlash, surat Al Falaq, dan surat An Naas sebanyak tiga kali atau lebih, disertai tiupan dan sentuhan pada bagian yang terasa sakit dengan menggunakan tangan kanan.

BACA JUGA

3. Membaca dzikir dan doa ruqyah

Membaca beberapa ta’awwudz, ruqyah, dan doa yang mencakup:

a) Membaca doa berikut:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، أَنْ يَشْفِيَكَ
Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb Pemilik Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu
(Diucapkan sebanyak 7x)

b) Orang yang sakit meletakkan tangannya diatas bagian yang sakit seraya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ
dengan menyebut nama Allah
(dibaca 3x)

Kemudian mengucapkan:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحاذِرُ
Aku berlindung kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku temui dan yang aku khawatirkan
(dibaca 7x)

c) Membaca doa (sambil mengusapkan tangan kanan kepada orang yang sakit) :

اللَّهُمَّ ربَّ النَّاسِ ، أَذْهِب الْبَأسَ ، واشْفِ ، أَنْتَ الشَّافي لا شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفاءً لا يُغَادِرُ سقَماً
Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun

d) Membaca doa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ
Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaithan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat”.

e) Membaca doa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya

f) Membaca doa:

أَعُوذُ بِكَلِماتِ اللّه التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمنْ شَرّ عِبادِهِ، وَمِنْ هَمَزاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضرُونِ
Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan syaithan, dan dari kedatangan mereka kepadaku”.

g) Membaca doa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ كُلِّ طَارِقٍ، إِلاَّ طَارِقٍ يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَـٰنُ
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang telah Dia jadikan dan Dia ciptakan. Serta dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dari kejahatan yang tenggelam ke bumi, dari kejahatan yang keluar ke bumi, dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam), kecuali yang datang dengan tujuan baik, wahai Rabb Yang Maha Pemurah”.

h) Membaca doa:

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Ya Allah, Rabb langit yang tujuh, Rabb bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Pembelah biji dan benih, Yang menurunkan Taurat, Injil dan al Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang. Engkau lah yang memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Dan Engkau-lah yang zhahir, sehingga tiada sesuatu pun yang mengungguli-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan cukupilah kami hingga terhindar dari kefakiran

i) Membaca doa:

بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ
Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa dan mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu

Atau membaca doa:

بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
Dengan menyebut nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat

Atau membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ حَسَدِ حَاسِدٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ
Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kedengkian orang yang dengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu

Semua ta’awudz (doa perlindungan), doa dan ruqyah tersebut dapat dipergunakan untuk mengobati sihir, kesurupan jin, dan semua macam penyakit. Sebab ia merupakan ruqyah yang lengkap dan sangat bermanfaat dengan izin Allah Ta’ala.

4. Berbekam

Mengeluarkan penyakit dengan melakukan pembekaman pada bagian yang tampak bekas sihir, hal itu jika dimungkinkan. Tetapi jika tidak mungkin, maka cukup dengan penyembuhan cara sebelumnya. Walhamdulillah.

5. Dengan obat-obat alami

Di dunia ini terdapat beberapa obat alami yang sangat bermanfaat yang ditunjukkan olah Al Qur’an dan As Sunnah. Jika seseorang menggunakannya dengan penuh keyakinan dan kejujuran disertai keyakinan bahwa manfaat itu hanya dari Allah, maka Allah akan memberikan manfaat padanya, jika Dia menghendaki. Di sana terdapat obat yang dikombinasi dari rerumputan dan sejenisnya, yang semuanya itu didasarkan pada pengalaman sehingga tidak ada larangan untuk memanfaatkannya menurut syariat selama tidak diharamkan.

Diantara pengobatan dan penyembuhan alami yang sangat bermanfaat dengan izin Allah Ta’ala adalah menggunakan madu, habbatus sauda (jintan hitam), air zamzam, dan air hujan. Hal itu didasarkan pada firman Allah Ta’ala:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا
Dan dari langit Kami turunkan air yang diberkahi (banyak manfaatnya)…
(QS. Qaaf: 9).

Juga minyak zaitun. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

كُلُوا الزَّيْتَ، وَادَّهِنُوا بِالزَّيْتِ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

Makanlah oleh kalian minyak (zaitun) dan poleskanlah dengannya, karena sesungguhnya minyak (zaitun) itu dari pohon yang diberkahi

Telah terbukti melalui pengalaman, praktek langsung serta melalui kepustakaan, bahwa ia merupakan minyak yang paling bagus.

Dan di antara obat alami lainnya adalah: mandi, membersihkan diri, dan memakai wangi-wangian.

[button link=”https://www.minyakzaitunruqyah.co.id/pengobatan-terhadap-gangguan-sihir-dan-kesurupan-jin/”] Lanjutkan Membaca[/button]

 

Cara Mengobati Gangguan Jin Dan Sihir Pada Manusia (1)

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.10.1″]

Cara pengobatan gangguan sihir dan jin yang sudah menimpa pada diri seseorang bisa dilakukan dengan beberapa cara:

Cara pertama

Mengeluarkan sihir tersebut dan menggagalkannya jika diketahui tempatnya dengan cara-cara yang dibolehkan menurut syariat. Dan ini merupakan suatu hal yang paling manjur untuk pengobatan orang yang terkena sihir.

Cara kedua

Menggunakan ruqyah yang sesuai dengan syariat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ruqyah dengan daun bidara

BACA JUGA

Menumbuk tujuh helai daun pohon sidr (daun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan ke dalamnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“ِAku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(QS. Al Baqarah: 255)

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ
Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.
(QS. Al A’raf: 117-122)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
(QS. Yunus: 79-82)

قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى
(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?”. Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: “janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.”
(QS. Thaha: 65-70)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. an aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.”
(QS. Al Kafirun: 1-6)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.”
(QS. Al Ikhlash: 1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.
(QS. Al Falaq: 1-5)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, ari (golongan) jin dan manusia.”
(QS. An Naas: 1-6)

Setelah membacakan ayat-ayat di atas pada air yang sudah disiapkan tersebut hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih hingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktikkan, dan dengan izin-Nya, Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami-isteri yang tidak bisa jima‘ (bersetubuh) karena terkena sihir.

[button link=”https://www.minyakzaitunruqyah.co.id/cara-mengobati-gangguan-jin-dan-sihir-pada-manusia-2/”] Lanjutkan Membaca[/button]

BACA JUGA

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Ciri-Ciri Ganguan Jin Pada Manusia

Ciri-ciri Gangguan Jin Pada Manusia

Gangguan jin pada manusia bisa terjadi pada siapa saja, baik itu jin kiriman atau sihir maupun karena ulah kedzoliman jin itu sendiri. Untuk ikhtiar penyembuhannya kita lakukan ruqyah syar’iyyah. Sebelum kita melakukan ruqyah mandiri, kita akan meluangkan waktu untuk menganalisa diri kita. Apakah dalam tubuh kita ada gangguan jin atau memang penyakit medis belaka.

Berikut ini adalah 51 ciri-ciri seseorang yang terkena gangguan jin dan sihir, jika ada 7 point saja maka sudah layak untuk melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah.*

Ciri-Ciri Gangguan Jin Pada Manusia

  1. Gangguan jin pada manusia seringkali ditandai dengan emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan. Semisal seorang istri membantah suami atau anak membantah sama ibu dengan sorot mata yang aneh atau suami yang sering memaki istri karena hal kecil.
  2. Sering ragu, was-was, ketakutan tanpa sebab yang jelas dihampir semua aktifitas juga merupakan salah satu ciri adanya gangguan jin pada manusia.
  3. Gangguan jin pada manusia yang berikutnya adalah adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luar biasa untuk melakukan aktifitas sholat dan ibadah lain.
  4. Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, dan jika mampu mendirikan shalat maka sering lupa rakaatnya secara berulang-ulang merupakan ciri-ciri gangguan jin pada manusia yang sering terjadi.
  5. Sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).
  6. Melemahnya hati, minder, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari kehidupan sosial.
  7. Cepat lesu dan merasa capai, juga ngantuk saat dalam aktifitas kerja merupakan salah satu ciri gangguan jin pada manusia.
  8. Sulit konsentrasi atau fokus pada sebuah tujuan, sering gagal, dan terganggu fikiran.
  9. Gangguan jin pada manusia selanjutnya ditandai dengan merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.
  10. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah merupakan ciri gangguan jin pada manusia.
  11. Depresi tingkat tinggi dan pikiran linglung.
  12. Sering merasa sedih secara tiba-tiba hingga menangis tanpa sebab, jantung berdebar-debar keras.
  13. Sering kesurupan baik separuh ingatan atau secara total.
  14. Ciri-ciri gangguan jin pada manusia yang selanjutnya adalah seringnya mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun ke sungai atau jurang, menabrakan diri dll.
  15. Paranoid dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.
  16. Sering mencium bau–bauan wangi, bau kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
  17. Pusing berlebih (vertigo) dan melihat benda-benda seakan bergerak, berputar, terbalik, miring dan lain sebagainya.
  18. Gangguan jin pada manusia ditandai juga dengan seringnya melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau di luar kendali atau seperti ada yang mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.
  19. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.
  20. Melihat atau “merasakan” keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas merupakan ciri gangguan jin pada manusia.

    BACA JUGA

  21. Rasa sakit di salah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis juga merupakan ciri gangguan jin pada manusia.
  22. Sering tertawa sendiri, semisal melihat makhluk lucu yang tidak dilihat orang lain.
  23. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun di malam hari.
  24. Gangguan jin pada manusia dalam kondisi akut biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.
  25. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah dan aktifitas yang diinginkan merupakan ciri gangguan jin pada manusia yang terjadi pada sebagian orang.
  26. Gangguan jin pada manusia selanjutnya adalah seseorang yang merasakan tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun mulut seperti terkunci.
  27. Mimpi melihat sesuatu yang mengerikan atau melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, serigala, tikus besar, harimau dll.
  28. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (kondisi mata tertutup).
  29. Seseorang yang mengalami mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi juga merupakan ciri gangguan jin pada manusia.
  30. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk di kuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan merupakan ciri-ciri gangguan jin pada manusia yang sering terjadi.
  31. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.
  32. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb) dan gigi yang berbunyi waktu tidur.
  33. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut.
  34. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dengan kematian.
  35. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.
  36. Gejala tipes; tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika dicek dengan termometer temperatur tubuh normal.
  37. Sering mengalami peristiwa kecelakaan kendaraan, ngantuk di jalan atau bahkan gerakan tangan yang tidak bisa dikendalikan. Ataupun berbagai kecelakaan saat mau pergi dakwah atau pergi untuk kebaikan.
  38. Impotensi merupakan ciri-ciri gangguan jin pada manusia; sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam semisal dukun, berbagai praktisi ilmu tenaga dalam, praktisi ilmu kebatinan, senam pernafasan, khodam amalan wirid overdosis (ribuan/ malam), ilmu laduni instant, susuk, aktivasi otak tengah (aktivasi jin), pernah ikut tarekat yang disertai dengan bai’at dan pengisian, pernah mengamalkan wirid aneh seperti nurbuat, pernah berpuasa aneh (puasa 7 hari 7 malam, puasa mutih dll), memiliki jimat/keris dll. Atau kelainan tubuh terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu dari jin.
  39. Mandul juga merupakan ciri-ciri gangguan jin pada manusia; jin bersarang di dalam rahim atau menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai merusak setiap janin yang sudah jadi atas suruhan dukun.
  40. Ciri-ciri gangguan jin pada manusia juga dapat berupa penyakit Kista/Mium; penyakit ini sudah lama menjadi misteri di dunia kedokteran. Kadang sembuh dengan mengangkatnya, dan kadang sebaliknya. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa membacakan ayat ruqyah di tangan dan meletakannya di perut. Jika terasa hangat atau panas, maka geser ke atas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir.
  41. VicTor atau Fikiran Kotor adalah ciri gangguan jin pada manusia yang umumnya dirasakan oleh laki-laki ataupun perempuan; jin bersarang di mata laki-laki, dan mengendalikannya saat memandang lawan jenis hingga tidak berkedip. Kadang jin bersarang di kemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya.
  42. Ciri-ciri gangguan jin pada manusia yang wajib kita ketahui adalah Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).
  43. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun, Kolesterol, Asam Urat, Pengapuran dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. Hal ini bisa disebabkan secara medis atau sihir, untuk membedakannya cukup bacakan surah al Fatihah dan tiupkan ke tangan lalu letakkan di tempat yang sakit. Jika terjadi rasa panas atau bertambah sakit maka itu adalah sihir yaitu ciri bahwa adanya gangguan jin pada manusia.
  44. Ciri gangguan jin pada manusia yangsering terjadi adalah Jomblo Menahun; sulit menikah, sulit dapat jodoh yang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar.
  45. Kedutan di sebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu.
  46. Eksim, atau gatal yang sporadis ataupun lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh merupakan ciri gangguan jin pada manusia.
  47. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.
  48. Anak indigo; sering ngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke-18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).
  49. Sindikat kristenisasi ghaib terstruktur dan terorganisir (ditemukan pertama kali di Palembang, berpusat di gereja katedral Jakarta dan berpusat di Vatikan). Hati-hati dengan buku-buku kristologi dan pastur-pastur liar yang membagikan sesuatu. Juga hati-hati dengan rumah sakit yang menjadi markas mereka.
  50. Diperkosa Jin. Mimpi didatangi laki-laki dalam bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai makhluk alien, makhluk alien dll).
  51. Peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan disertai kemunculan kembali setelah beberapa tahun kemudian dan ingin diakui anak ini termasuk ciri-ciri gangguan jin pada manusia.

Gangguan jin pada manusia bisa terjadi pada siapa saja, baik itu jin kiriman atau sihir maupun karena ulah kedzoliman jin itu sendiri. Untuk ikhtiar penyembuhannya kita lakukan ruqyah syar’iyyah. Sebelum kita melakukan ruqyah mandiri, kita akan meluangkan waktu untuk menganalisa diri kita. Apakah dalam tubuh kita ada gangguan jin atau memang penyakit medis belaka.

Ciri-ciri Gangguan Jin Pada ManusiaCiri-ciri gangguan jin pada manusia diatas dapat kita amati secara seksama dan koreksi apakah ciri-ciri tersebut pernah atau sedang dialami kita. Jika ada 7 poin saja ciri-ciri gangguan jin pada manusia yang kita alami, maka sudah sepatutnya kita melakukan ruqyah mandiri dan mengubah pola hidup secara islami.

Semoga bermanfaat, jangan lupa share untuk syiar dakwah yang lebih luas.

 

BACA JUGA